Sunday, March 10, 2013

MAKALAH SYARAT PERENCANAAN DAN PENYUSUNAN TES EVALUASI PEMBELAJARAN PAI



SYARAT PERENCANAAN DAN PENYUSUNAN TES
EVALUASI PEMBELAJARAN PAI
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah
 Evaluasi Pembelajaran PAI
 









Disusun oleh
Khusairi Anam
idaryono
Sriatun
Dyanti noviandari

Dosen pengampu
Umi hanifah M. Pd. I

FAKULTAS TARBIYAH PRODI  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 6A
INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI
PONOROGO
2011

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahNya. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Pada kesempatan ini kami telah menyelesaikan makalah syarat perencanaan dan penyusunan tes evaluasi pembelajaran. Dalam makalah ini akan kami sajikan beberapa hal yang terkait dengan syarat syarat perencanaan dan penyusunan tes evaluasi pembelajaran.
Kritik dan saran kami harapkan untuk perbaikan makalah kami selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi pembaca sekalian.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb
                                                                                                                       
Ponorogo,  Maret 2011


Penyusun









DAFTAR ISI


Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi

BAB I : PENDAHULUAN
A.            Latar belakang
B.            Rumusan masalah

BAB II : PEMBAHASAN
A.            Syarat perencanaan tes evaluasi pembelajaran
B.            Syarat penyusunan evaluasi pembelajaran

BAB III : PENUTUP
A.            Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang
Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui sistem penilaian. Dalam  penilaian  proses dan hasil belajar siswa di sekolah, aspek aspek yang berkenaan dengan pemilihan alat penilaian, penyusunan soal, pengolahan dan interpretasi data hasil penilaian, analisis butir soal untuk memperoleh kualitas soal yang memadai,serta pemanfaatan data hasil penilaian sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan. Oleh karena itu, kemampuan para guru mutlak sangat diperlukan untuk membantu suksesnya tujuan pendidikan.
Dalam mengevaluasi pembelajaran, tidaklah lepas dari syarat syarat yang harus ditempuh dalam kegiatan perencanaan dan penyusunan tes pembelajaran. Tentunya agar ter yang dihasilkan bermutu dan mampu menambah pengetahuan serta mampu memperdalam materi yang telah disampaikan sebelumnya. Oleh karena itu, dalam makalah ini, akan kami sajikan syarat daripada perencanaan dan penyusunan tes pembelajaran.

B.                 Rumusan masalah
1.      Apa syarat dari perencanaan tes evaluasi pembelajaran?
2.      Apa syarat dari penyusunan tes evaluasi pembelajaran?






BAB II
PEMBAHASAN
A.           Syarat perencanaan tes evaluasi pembelajaran
Tes merupakan alat atau prosedur yang  digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan aturan yang sudah ditentukan. Untuk mengerjakan tes ini tergantung dari petunjuk yang diberikan, misalnya melingkari salah satu huruf di depan pilihan jawaban dan sebagainya. [1]
Tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan pertanyaan yang yang diberikan kepada siswa untuk dijawab siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan) atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan).[2] Oleh karena itu diperlukan keterampilan guru dalam kegiatan evaluasi pembelajaran tersebut.
Dalam kegiatan evaluasi, terdapat 2 sumber persyaratan tes yaitu :
a.    Menyangkut mutu tes
b.    Menyangkut pengadministrasian dalam pelaksanaan tes.
Sebelum evaluasi hasil belajar dilaksanakan, harus disusun terlebih dahulu perencanaannya secara baik dan matang.  Perencanaan evaluasi hasil belajar itu umumnya mencakup 6 jenis kegiatan :
1)      Merumuskan tujuan dilaksanakannya evaluasi
Perumusan tujuan sangatlah penting, sebab tanpa tujuan yang jelas maka evaluasi hasil belajar akan berjalan tanpa arah
2)      Menetapkan aspek aspek yang akan dievaluasi
Misalnya aspek kognitif, afektif ataukah psikomotor.
3)      Memilih dan menentukan teknik apakah yang akan digunakan dalam pelaksanaan evaluasi.
Misalnya dengan menggunakan teknis tes atau nontes.
4)      Menyusun alat alat pengukur yang akan dipergunakan dalam pengukuran dan penilaian hasil belajar peserta didik.
5)      Menentukan tolak ukur, norma atau kriteria yang akan dijadikan  pegangan atau patokan dalam memberikan interpretasi terhadap data hasil evaluasi
6)      Menentukan frekuensi dari kegiatan evaluasi hasil belajar itu sendiri (kapan dan seberapa sekali evaluasi akan dilaksanakan).[3]
Dalam merencanakan tes evaluasi pembelajaran, hendaklah memenuhi persyaratan tes yang baik, yaitu :
a.         Validitas
Sebuah data dikatakan valid apabila sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, dapat memberikan gambaran tentang data secara benar sesuai dengan kenyataan atau keadaan yang sesungguhnya.
b.        Reliabilitas
Kata reliabilitas berasal dari bahasa inggris reliability yang berasal dari kata reliable yang artinya dapat dipercaya. Suatu tes bisa dikatakan dapat dipercaya jika memberikan hasil yang tetap apabila diteskan beberapa kali akan menunjukkan ketetapan.
Jika dihubungkan dengan validitas, maka :
-Validitas adalah sebuah ketepatan
-Reliabilitas adalah ketetapan.
c.         Objektivitas
Obyektivitas dapat diartikan sebagai tidak adanya unsur pribadi yang mempengaruhi terutama dalam kegiatan penskoran atau sistem skoringnya.
Apabila dikaitkan dengan reliabilitas maka objektivitas menekankan ketetapan (consistency) pada sistem skoring, sedangkan reliabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes.[4]
d.        Praktikabilitas (practicability)
Sebuah tes dikatakan memiliki praktikability yang tinggi apabila tes tersebut bersifat praktis, mudah pengadministrasiannya.
Tes yang praktis adalah tes yang :
1)             Mudah dilaksanakan, misalnya tidak menuntut peralatan yang banyak an memberi kebebasan kepada siswa untuk mengerjakan terlebih dahulu bagian yang dianggap mudah oleh siswa.
2)             Mudah pemeriksaannya, artinya bahwa tes itu dilengkapi dengan kunci jawaban maupun pedoman skoringnya.
3)             Dilengkapi dengan petunjuk petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan / diawali oleh orang lain
e.         Ekonomis
Yang dimaksud ekonomis disini adalah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan biaya yang mahal, tenaga yang banyak, dan waktu yang lama.
Sementara itu, terdapat persyaratan persyaratan lain yang juga berpengaruh dalam perencanaan evaluasi pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut :
a.              Memiliki tujuan yang jelas
b.             Bersifat sederhana, dalam artian tidak muluk muluk sehingga tidak sulit dalam pelaksanaannya.
c.              Memuat analisis analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan.
d.             Bersifat fleksibel, dalam arti dapat berubah sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang ada
e.              Memiliki keseimbangan antara tes dengan materi yang diajarkan
f.              Memiliki kesan bahwa segala sesuatu itu telah ada dan supaya dimanfaatkan dengan sebaik baiknya secara efektif dan daya guna.[5]
Sehingga dapat disimpulkan syarat dalam perencanaan tes evaluasi pembelajaran adalah validitas, reliabilitas, objektivitas, praktisibilitas, dan ekonomis. Dan juga Memiliki tujuan yang jelas, bersifat sederhana, memuat analisis-analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan, bersifat fleksibel, memiliki keseimbangan, memiliki kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia sehingga dapat digunakan secara efektif dan berdaya guna serta memuat aspek yang ingin dicapai, teknik yang akan digunakan, alat pengukur kecapaian siawa, tolak ukur yang dijadikan patokan dan juga frekuensi pengadaan tes.

B.            Syarat penyusunan Tes evaluasi pembelajaran
Dalam penyusunan sebuah tes terdapat beberapa prinsip yang perlu dicermati agar tes tersebut dapat mengukur tujuan instruksional khusus untuk mata pelajaran yang telah diajarkan, atau mengukur kemampuan dan keteram,pilan peserta didik yang diharapkan, setelah mereka menyelesaikan suatu unit pengajaran tertentu.
Diantara beberapa prinsip yang harus dicermati adalah sebagai berikut :
1)        Tes hasil belajar harus dapat mengukur secara jelas hasil belajar yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan instruksional.
2)        Butis butir soal tes harus merupakan sampel yang representatif  dari populasi bahan pelajaran yang telah diajarkan.
3)        Bentuk soal tes harus di buat bervariasi, sehingga betul betul cocok untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan tujuan tes itu sendiri.
4)        Tes hasil belajar harus di desain dengan kegunaannya untuk memperoleh hasil yang diinginkan.
5)        Tes harus memiliki reliabilitas yang dapat diandalkan.
6)        Tes disamping harus dapat dijadikan alat ukur keberhasilan belajar siswa, juga harus dapat dijadikan alat untuk mencari informasi yang berguna untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru itu sendiri.[6]
Selanjutnya untuk melakukan tes diperlukan langkah langkah sebagai berikut :
1)        Menentukan / merumuskan tujuan tes
2)        Mengidentifikasi hasil hasil belajar (learning outcomes) yang akan diukur dengan tes itu.
3)        Menentukan / menandai hasil hasil belajar yang spesifik, yang merupakan tingkah laku yang dapat diamati.
4)        Merinci pelajaran / bahan ajar yang akan diukur dengan tes tersabut.
5)        Menyiapkan tabel spesifikasi.
6)        Menggunakan tabel spesifikasi tersebut sebagai dasar penyusunan tes.
 Dalam penyusunan sebuah tes, seorang guru perlu memikirkan tipe dan fungsi tes yang akan disusunnya sehingga selanjutnya ia dapat menentukan bagaimana karakteristik soal yang akan dibuatnya.[7]
 Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penyusunan sebuah tas perlu diperhatikan tes hasil belajar harus dapat mengukur secara jelas hasil belajar, butir butir soal tes harus merupakan sampel yang representatif  dari populasi bahan pelajaran yang telah diajarkan, bentuk soal tes harus di buat bervariasi, tes hasil belajar harus di desain dengan kegunaannya, tes harus memiliki reliabilitas yang dapat diandalkan, tes disamping harus dapat dijadikan alat ukur keberhasilan belajar siswa, juga harus dapat dijadikan alat untuk mencari informasi yang berguna untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru itu sendiri



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1.      syarat dalam perencanaan tes evaluasi pembelajaran adalah validitas, reliabilitas, objektivitas, praktisibilitas, dan ekonomis. Dan juga Memiliki tujuan yang jelas, bersifat sederhana, memuat analisis-analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan, bersifat fleksibel, memiliki keseimbangan, memiliki kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia sehingga dapat digunakan secara efektif dan berdaya guna serta memeuat aspek yang ingin dicapai, teknik yang akan digunakan, alat pengukur kecapaian siawa, tolak ukur yang dijadikan patokan dan juga frekuensi pengadaan tes.

2.      dalam penyusunan sebuah tas perlu diperhatikan tes hasil belajar harus dapat mengukur secara jelas hasil belajar, butir butir soal tes harus merupakan sampel yang representatif  dari populasi bahan pelajaran yang telah diajarkan, bentuk soal tes harus di buat bervariasi, tes hasil belajar harus di desain dengan kegunaannya, tes harus memiliki reliabilitas yang dapat diandalkan, tes disamping harus dapat dijadikan alat ukur keberhasilan belajar siswa, juga harus dapat dijadikan alat untuk mencari informasi yang berguna untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru itu sendiri










DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsini. 2009. Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sudiyono , Anas. 1998. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
[1] http://id.shvoong.com/business-management/2102671-syarat-syarat-dan-manfaat-perencanaan.

Purwanto, Ngalim.  2009. Prinsip Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya,











[1] Prof. Dr. Suharsimi Arikunto. Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara, 2009) 53
[2]  Dr. Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2009) 35
[3] Anas Sudiyono, Pengantar Evaluasi Pendidikan. (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1998 ) 59
[4] Op cit, 61
[5] http://id.shvoong.com/business-management/2102671-syarat-syarat-dan-manfaat-perencanaan.

[6] Anas Sudiyono, Pengantar Evaluasi Pendidikan. (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1998 ) 97
[7] Ngalim Purwanto. Prinsip Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2009)31

0 comments:

Post a Comment