Makalah Tentang Memahami Ayat Al Qur’an Tentang Keikhlasan Dalam Beribadah

Posted by



MODUL MATERI PAI SMA
Memahami Ayat Al Qur’an Tentang Keikhlasan Dalam Beribadah
Modul Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Materi PAI SMP/SMA
 








Disusun oleh
Sriatun
Nimko:
2009.4.013.0101.1.02004
Dosen pengampu
Drs. Bahtiar harmi M.Pd.I



FAKULTAS TARBIYAH PRODI  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 5A
INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI
PONOROGO
2010


BAB I
PENDAHULUAN
Mata pelajaran             : PAI
Kelas/semester            : X/I
Alokasi waktu             : 8x40 menit(4 kali pertemuan)

I.                     Standar  Kompetensi
I.                        Memahami  Ayat – ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah

II.  Kompetensi Dasar
1.1. Membaca QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5
1.2. Menyebutkan arti QS. Al An’am 162-163 dan QS. Al Bayyinah  ayat 5
1.3. Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5


III.  Indikator
1.1.1. Peserta didik dapat membaca QS. Al An’am 162-163 dan Al Bayyinah ayat  5 dengan makhorijul  huruf dan kaidah tajwid yang benar
1.1.2. Peserta didik mampu menghafalkan QS. Al An’am 162-163 dan Al Bayyinah ayat 5 dengan tanpa melihat teks dengan benar dan lancar
1.1.3. Peserta didik mampu menyebutkan hukum tajwid yang terdapat dalam QS. Al An’am 162-163 dan Al Bayyinah ayat 5 tanpa melihat teks  dengan benar
1.2.1. Peserta didik mampu menyebutkan arti QS. Al An’am 162-163 dan surat Al Bayyinah ayat 5 tanpa melihat teks dengan benar
1.2.2. Peserta didik mampu menyebutkan terjemahan perkata Qs. Al An’am 162-163 dan Al Bayyinah ayat 5 tanpa melihat  teks dengan benar
1.2.3. Peserta didik mampu menyebutkan terjemahan perkata QS. Al An’am 162-163 dan Al Bayyinah ayat 5 secara spontan tanpa melihat  teks dengan benar
1.3.1. Peserta didik mampu menyebutkan contoh perilaku ikhlas beribadah sebagaimana QS. Al An’am 162-163 dan Al Bayyinah  ayat 5 secara lisan dengan benar
1.3.2. Peserta didik mampu menampilkan perilaku ikhlas beribadah sebagaimana dalam QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 dalam lingkungan kelas dengan baik dan benar
1.3.3. Peserta didik mampu menerapkan perilaku ikhlas beribadah sebagaiman dalam QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 dalam kehidupan sehari hari dengan benar

IV.   Tujuan pembelajaran
1.      Setelah membaca bersama sama, peserta didik mampu membaca QS. Al. An’am 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 secara individual dengan makhorijul huruf dan kaidah tajwid yang benar
2.      Setelah membaca secara bersama sama maupun individual, peserta didik mampu memahami teks dan menyebutkan kaidah hukum tajwid yang terdapat dalam QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 dengan benar
3.      Setelah membaca dan memahami teks, peserta didik mampu melafalkan QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 tanpa melihat teks dengan benar
4.      Setelah membaca dan mengkaji teks, peserta didik mampu menyebutkan arti QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 tanpa melihat teks dengan benar
5.      Setelah membaca, mengkaji teks, dan mengartikan teks, peserta didik mampu menyebutkan arti perkata QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 tanpa melihat teks dengan benar
6.      Setelah mengartikan perkata, peserta didik mampu menyebutkan arti secara keseluruhan QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 tanpa melihat teks dengan benar


7.      Setelah membaca, memahami dan mengartikan teks, peserta didik mampu menyebutkan beberapa contoh perilaku ikhlas beribadah sesuai dengan QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 tanpa melihat teks dengan benar
8.      Setelah menyebutkan beberapa contoh perilaku ikhlas beribadah, peserta didik mampu menampilkan perilaku ikhlas beribadah sesuai dengan QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 dalam lingkungan kelas dengan benar
9.      Setelah menampilkan perilaku ikhlas beribadah dalam lingkungan kelas, peserta didik mampu mampu menerapkan perilaku ilkhlas beribadah sesuai dengan QS. Al An’am ayat 162-163 dan QS. Al Bayyinah ayat 5 dalam dalam kehidupan sehari hari dengan jujur dan benar














ANALISIS STRUKTUR MATERI
A.    QS. Al An’am ayat 162-163
1.      Lafadz surat Al  An’am ayat 162-163
2.      Pengetahuan tajwid surat Al An’am ayat 162-163
3.      Kandungan surat Al An’am ayat 162-163
B.     QS. Al Bayyinah ayat 5
1.      Lafal surat Al Bayyinah ayat 5
2.      Pengetahuan tajwid surat Al Bayyinah ayat 5
3.      Kandungan surat Al Bayyinah ayat 5























BAB II
PEMBAHASAN

A.      QS. Al  An’am ayat 162-163
1.         Lafal surat Al An’am ayat 162-163
                                                                               


     Artinya: katakanlah : “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama tama menyerahkan diri (kepada Allah).”
2.         Pengetahuan tajwid dalam surat Al An’am ayat 162-163
Bacaan
tertulis
tajwid
makna
Inna

ghunnah
sesungguhnya
Shalaati

Mad thabi’i
Shalatku
Wanusukii

Mad thabi’i
Dan ibadahku
wamahyayaa

Mad thabi’i
Dan hidupku
wamamaatii

Mad thabi’i
Dan matiku
Al ‘alamiin

Alif lam qamariyah
Mad arid lissukun
Semesta alam
Laa syariika

Mad thabi’i
Tiada sekutu
wabidzaalika

Mad thabi’i
Demikian itu
Al muslimin

Alif lam qamariyah mad arid lissukun
Orang orang yang berserah diri
3.         Kandungan surat Al An’am ayat 162-163
          Surat Al An’am 162-163 merupakan surat yang ke 6 yang terdiri atas 165 ayat, surat ini termasuk surat makiyyah karena diturunkan di makkah. Al An’am artinya binatang ternak. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan orang yang menganggap bahwa binatang ternak dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan. Selain itu, dalam surat ini disebutkan tentang hukum binatang ternak.
          Isi pokok kandungan surat Al An’am adalah tentang keimanan, hukum, kisah kisah.
Adapun kandungan surat Al An’am ayat 162-163 adalah kewajiban manusia untuk beribadah kepada Allah SWT dengan ikhlas. ikhlas berarti melaksanakan perbuatan semata mata untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT tidak bercampur dengan hal hal lain. Dalam menjalankan ibadah, seseorang tersebut tidak memasukkan unsur unsur yang dapat mengurangi nilai ibadah seseorang, misalnya saja riya’, karena riya’ walaupun sedikit akan mengurangi nilai ibadah tersebut dan tidak dapat dikatakan ikhlas. surat ini merupakan komitmen manusia dengan Allah SWT yang merupakan pernyataan sikap, baik hidup maupun mati semata mata untuk mendapatkan ridho dariNya. Orang ikhlas banyak memperoleh manfaat dalam kehidupannya, misalnya, kesulitan hidupnya dapat terbantu oleh ibadah yang diterima oleh Allah SWT.
Sehingga dapat disimpulkan:
1.        Perintah Allah pada umatNya untuk berkeyakinan bahwa shalatnya, hidupnya, dan matinya hanyalah semata mata untuk Allah
2.        Allah YME  adalah tuhan semesta, tidak ada sekutu bagiNya.
3.        Perintah Allah pada umat manusia untuk ikhlas dalam berkeyakinan, beribadah, beramal, dan menjadi orang pertama dalam kaumnya yang berserah diri kepadaNya
4.        Senantiasa beramal shaleh dan menjauhkan segala larangan larangan Allah, agar selamat di dunia dan akhirat


B.       Surat Al Bayyinah ayat 5
1.         Membaca surat Al bayyinah ayat 5




     Artinya : “padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam(menjalankan)agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

2.         Pengetahuan tajwid
Bacaan
tertulis
tajwid
makna
Wamaa umiruu

Mad jaiz munfasil
Dan tidak diperintahkan
Illa

Mad thabi’i
Kecuali
Liya’budullaha

Mad thabi’i
Supaya menyembah
mukhlishiina

Mad thabi’i
Akhlas/murni
Addiina

Mad thabi’i
Agama
Hunafaa a

Mad wajib munfasil
Lurus
Wayuqiimuu

Mad thabi’i
Dan mendirikan
Ash shalaata

Alif lam syamsiyah
Shalat
Wayu’tuu

Mad thabi’i
Dan menunaikan
Al qayyimah

Alif lam qamariyah
Lurus/benar





3.        Kandungan surat Al Bayyinah ayat 5
     Surat Al Bayyinah merupakan surat ke 98 yang terdiri atas 8 ayat. Surat ini termasuk surat madaniyyah karena diturunkan di madinah. Al Bayyinah berarti bukti yang nyata. Isi pokok dari surat Al Bayyinah adalah tentang pernyataan ahli kitab dan orang musyrik bahwa mereka akan tetap sampai datang Nabi yang dijanjikan tuhan. Setelah nabi muhammad SAW datang dengan membawa bukti nyata, mereka terbagi dua, ada yang beriman dan ada yang tetap dalam kekufuran.
Adapun kandungan surat Al Bayyinah  ayat 5 adalah sebagai berikut:
1.         Perintah untuk beribadah kepada Allah dan menaati ajaran Allah dengan lurus (tidak bercampur dengan riya’, bid’ah maupun syirik). Seseorang yang melaksanakan ibadah, tetapi masih mempercayai adanya kekuatan selain Allah, seperti mempercayai dukun atau benda benda yang dianggap keramat maka orang tersebut dikatakan musyrik.
2.         Sebagai seorang muskin, wajib hukumnya untuk  mendirikan shalat 5 waktu dalam sehari semalam, shalat ini sangat besar artinya, karena merupakan tiang agama, dan ibadah yang pertama dihisab di akhirat.
3.         Perintah untuk menunaikan zakat. Oleh karena itu, dalam setiap harta ada hak Allah yang harus dikeluarkan untuk orang yang berhak menerimanya. Zakat berfungsi untuk menyucikan harta dan menumbuh kembangkannya.
Dari segi bentuknya, ibadah dibedakan menjadi 5, yaitu:
a.         Ibadah   qauliyah(ucapan), seperti membaca Al Qur’an, berdo’a dan berdzikir
b.         Ibadah jismiyah(fisik), seperti berpuasa dan menolong orang
c.         Ibadah maaliyah(melibatkan harta), seperti memberi zakat, infaq, sedekah
d.        Ibadah qauliyah wa jismiyah(ucapan dan perbuatan), seperti shalat
e.         Ibadah qauliyah, jismiyah, dan maaliyah(bacaan, perbuatandan harta), seperti haji
Ditinjau dari cakupannya, ibadah dibedakan menjadi 2,yaitu:
a.         Ibadah ‘ammah(umum),yaitu ibadah yang dilakukan semata mata karena Allah SWT, seperti, menolong orang, mencari nafkah, menyerukan kebaikan, serta mencegah kejahatan
b.         Ibadah khassah(khusus), yaitu ibadah yang telah ditetapkan oleh nash, seperti shalat, puasa, zakat dan haji.
Dengan demikian, segala bentuk ibadah yang telah diperintahkan oleh Allah, baik itu shalat, puasa, atau zakat, haruslah disertai kerelaan dan keikhlasan hanya kepada Allah. Dengan keikhlasan dalam beribadah, menjadikan manusia selalu ingat pada Allah dan menjalankan segala perintahNya dalam kehidupan sehari hari.

 

























BAB IV
PENILAIAN

A.   Teknik penilaian
1.    Tes lisan
2.    Tes tulis
B.  Instrumen penilaian
1.         Praktek membaca
2.         Pilihan ganda
3.         Uraian
4.         Lembar observasi
C.  Contoh instrumen
1.        Praktek membaca
No
Nama siswa
kelancaran
tajwid
kefashihan
Score
1





2





Score:
91-100=istimewa                                 81-90=baik sekali
71-80=baik                                          61-70=cukup

2.        Pilihan ganda
Berilah tanda (X) untuk jawaban yang paling tepat!
1.         Arti dari perilaku syirik adalah...
a.         Sikap perilaku haram yang hukumnya tercela
b.        Sikap perilaku menyekutukan Allah
c.         Meninggalkan apa yang wajib dikerjakan
d.        Melaksanakan yang diharamkan Allah
e.         Memperdengarkan ibadah diri sendiri kepada orang lain.
2.         Lafal                                                    dalam surat Al An’am ayat 162 artinya adalah...
a.         Dan hidupku                                     d. Dan sedekahku
b.        Dan matiku                                       e. Dan perjuanganku
c.         Dan ibadahku
3.         Pada kalimat                                                        artinya...
a.         Agama yang diridhoi                           d. Agama yang terakhir
b.         Agama yang lurus                                e. Agama yang mulia
c.         Agama yang dilarang
4.         Pada kalimat                                            hukum bacaan  tersebut adalah
a.         Mad thabi’i                                          d. Mad jaiz munfasil
b.         Mad arid lissukun                                e. Mad ‘iwad
c.         Mad wajib muttasil
5.         Apabila ada huruf mad thabi’i yang bertemu dengan hamzah dalam satu kata, maka kalimat tersebut dibaca...
a.         Mad wajib muttasil                              d. Mad layien
b.         Mad jaiz munfasil                                e. Mad arid lissukun
c.         Mad badal

3.        Uraian
Jawablah dengan benar!
1.         Jelaskan apa syarat atau kunci diterimanya ibadah!
2.         Menurut anda apa tujuan hidup manusia?
Kunci jawaban
1.B 2. C 3. B 4. C 5. A
1. Kunci diterimanya ibadah adalah ikhlas semata mata mengharapkan ridho Allah SWT
2. Tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah








4.     lembar observasi
Berilah tanda centang( ) dengan jujur pada pernyataan yang dianggap benar, dan tulislah alasan yang sesuai dengan pernyataan yang kamu pilih!         
No
pernyataan
ya
tidak
alasan
1
Malas dalam beribadah terutama shalat



2
Meminta ganti rugi/pamrih terhadap suatu pertolongan



3
Selalu membicarakan kebaikan kebaikan yang dilakukan
























BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN
1.             Surat Al An’am 162-163 merupakan surat yang ke 6 yang terdiri atas 165 ayat, surat ini termasuk surat makiyyah karena diturunkan di makkah. Al An’am artinya binatang ternak.
2.             Adapun kandungan surat Al An’am ayat 162-163 adalah kewajiban manusia untuk beribadah kepada Allah SWT dengan ikhlas. ikhlas berarti melaksanakan perbuatan semata mata untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT tidak bercampur dengan hal hal lain
3.             Hukum tajwid yang terdapat dalam surat Al An’am ayat 162-163 adalah:
a.               Ghunnah                                                              c.  Mad arid lissukun
b.               Mad thabi’i                                                          d. Alif lam qomariyah
4.             Surat Al Bayyinah merupakan surat ke 98 yang terdiri atas 8 ayat. Surat ini termasuk surat madaniyyah karena diturunkan di madinah. Al Bayyinah berarti bukti yang nyata.
5.              kandungan surat Al Bayyinah  ayat 5 adalah sebagai berikut:
a.              Perintah untuk beribadah kepada Allah dan menaati ajaran Allah dengan lurus (tidak bercampur dengan riya’, bid’ah maupun syirik).
b.              Sebagai seorang muskin, wajib hukumnya untuk  mendirikan shalat 5 waktu dalam sehari semalam,
c.              Perintah untuk menunaikan zakat.


Blog, Updated at: 7:59 PM

0 comments:

Post a Comment

Loading...

SPACE IKLAN

Anda Pengunjung ke :